Asyik,,,, hore,,,,,,trot,,,,
tret,,,, tiba-tiba di sekolah Atas Angin jadi gaduh tak terkendali sesaat
setelah bunyi bel sekolah dibunyikan.
Saat itu, waktu menunjukan pukul 13.30 WIB. Para siswa berlarian meninggalkan sekolah
ada yang bersiul, bernyanyi, berteriak dan bahkan ada yang meniup peluit.
Maklumlah besok malam adalah perayaan tahun baru.
Malam tahun baru boleh dikatakan
surga dunianya anak muda. Mengapa tidak, biasanya pada malam pergantian tahun
itu hampir semua anak muda keluar, mereka kumpul di suatu tempat yang lapang
menari, bernyanyi, berjoged, dan ada juga yang datang hanya untuk meramaikan
suasana saja.
Di sudut lain ada juga yang
datang ke daerah yang sepi seperti pegunungan, mereka menikmati indahnya malam
ditemani dengan gemerlapnya bintang-bintang, serta menikmati indahnya tarian
dedaunan dalam buaian sang rembulan, ditambah lagi apabila ada seorang kekasih
di sampingnya, tak bisa dibayangkan hilang sudah rasa penat, pusing, stress
selama setahun yang lalu.
Hmmmm,,,,,,,,,,,,, kelihatannya indah sekali kalau dibayangkan,
aku sudah tidak sabar menanti malam itu. Namun aku punya cara yang berbeda
untuk menyambut malam pergantian tahun kali ini. Mungkin aku tidak akan pergi
kelapang untuk sekedar menari atau bernyanyi dan juga aku tidak pergi ke gunung
untuk melihat panorama alam apalagi mengajak kekasih untuk bermain canda tawa.
Aku akan menyambut malam akbar
nanti dengan melumuri kertas-kartas putih dengan goresan tinta hitam. Entah
bermakna atau tidak, aku hanya ingin mengexpresikan saja dalam rangka menyambut
malam pergantian tahun baru. *****
********************
Sambil menunggu
detik,,,detik,,, itu simak sejenak
goresan tintaku
Duhai waktu
Aku menangis dalam hiruk pikuk
yang kau ciptakan dan
Aku tersenyum dalam keheningan
yang kau berikan
Tak terasa kau sudah kembali
Perasaan baru kemarin kita
berjumpa dan
Tak terasa kau akan pergi
Padahal baru saja kita akan
berjumpa
Kapankah kita akan bercengkrama
Menikmati arti hidup yang
sebenarnya
Jika kau datang dan pergi sama
sebentarnya?
Kau layaknya seorang penyihir yang menjamu musafir
Semuanya fatamorgana
Kenapa aku harus tertipu dengan
jamuanmu
Padahal di sebrang sana ada
jamuan yang istimewa
Menantiku dengan sangat sabarnya
Tahun baru adalah untuk muhasabah, bukan untuk hore-hore..
BalasHapusBetul mas bro,,, bait2 di atas bagian bawah adalah salah satu muhasabah :)
Hapus