Laman

Minggu, 11 Desember 2022

SEJARAH BERDIRINYA MASJID AL-IKHLAS KARANG CENGIS DESA KALIPOH

 

MasjidAl-Ikhlas Karangcengis beralamat di RT 03 RW 05 Dukuh Karangcengis Desa Kalipoh kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Berdirinya masjid ini dirintis oleh para tokoh di Dukuh Karangcengis sejak tahun 1970-an. Pertama Masjid Al-Ikhlas ini akan didirikan di daerah Kabuk (RT 01 Dukuh Karangcengis) tepatnya di sawahnya Bapak Abdul Jalil tahun 1970-an, namun karena beberapa hal tidak jadi. Pada tahun 1978 dirintis lagi akan dibangun di tempatnya Bapak Khaerudin/Lamin (RT 03 Dukuh Karangcengis), namun karena satu dan lain hal tidak jadi. Pada tahun 1980 digagas lagi akan dibangun di sawahnya Bapak Sukarto (RT 04 Dukuh Karang Cengis) masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya Karena satu dan lain hal akhirnya tidak jadi. Begitu juga pada tahun 1985 diangkat lagi tentang pendirian masjid kali ini akan dibangun di Sawahnya Bapak Kamaludin dan belum jadi juga.

            Pada sekitar tahun 1998-an Bapak Sumarwan meminta kayu jati ke perhutani (daerah ratawungu) untuk rehab Masjid Miftahul Huda Pesawahan, namun sebagian besar masyarakat pesawahan menolaknya sehingga kayu tersebut dibawa ke Karangcengis. Setelah itu, Bapak Sumarwan menghubungi Bapak Danuri menyampaikan keinginannya membangun masjid di Karangcengis, niat baik Bapak Sumarwan disambut baik oleh Bapak Danuri dan beliau mewakafkan sebidang tanah di samping rumahnya untuk dibangun masjid.

            Menindaklanjuti tentang pendirian masjid di Karangcengis Bapak Sumarwan mengumpulkan tokoh-tokoh di Karangcengis dan membentuk panitia pendirian / pembangunan masjid dengan struktur sebagai berikut: Ketua: Sumarwan, Sekretaris: Nur Khamid (Samud), Bendahara: Yuswanto (Rijan) dan anggota: Sanrohi, Muhtarom, Muhadin, Edi, Abu Salimin, Samiso, Sukarto, Samsi, Salud, Suman, Abdul Jalil dan Ahmad Bisri (Basiran).

            Setelah panitia terbentuk semua bergerak sesuai jobdesnya masing-masing, dan untuk mencari kekurangan kayu Bapak Sumarwan Mengajak Bapak Nurhamid dan Bapak Muhadin untuk mencari kayu dan sekaligus mengergajinya. Mereka bertigalah garda terdepan dalam mencari kayu untuk memenuhi kebutuhan pembangunan masjid. Adapun pembiayaan dari pembangunan masjid ini secara gotong royong warga Karangcengis melalui sodaqoh, jariah dan infak.

                                            Sumber: Bapak Sumarwan


Bapak Sumarwan