Laman

Kamis, 25 Juni 2015

SAMBUT AKU DENGAN SEPENUH HATI


                Suatu saat nanti, saat tiba waktunya aku berjumpa denganmu janganlah kau memalingkan wajahmu, jangan kau mengacuhkan aku, dan jangan kau tinggalkan aku, aku datang hanya untukmu. Aku rindu suara merdumu di keheningan malam, dikala fajar menyingsing di ufuk timur, dikala matahari tepat di atas kepala, dikala matahari terbenam di barat sana dan tatkala bulan dan bintang memancarkan cahayanya. Aku salut akan keteguhan hatimu menemaniku sepanjang malam, meski udara dingin kau tetap tidak beranjak dari tempatmu. 

            Aku sungguh rindu dengan itu semua. Untuk itu, aku datang menemuimu. Aku harap kau mempunyai perasaan yang sama denganku. Setelah sebelas bulan lamanya aku pergi, ternyata ada banyak hal yang terjadi. Aku pangling saat melihatmu kembali. Ada bintik-bintik noda di bajumu, ada secercah guratan diwajahmu. 

Walaupun sebenarnya aku tak begitu heran dengan itu semua, ini bukan kali pertama aku melihatmu begini, karena ini ke 1436 kali aku menemuimu. Untuk alasan itulah aku datang menemuimu, supaya kau bisa pulih seperti saat kau datang ke SINI.

Luangkanlah waktumu selagi aku ada, singsingkan lengan bajumu selama matahari masih bersinar, sebutlah nama Tuhanmu dimanapun kau berada, ingatlah Dia disetiap hembusan nafasmu, Dia benar-benar mencintaimu, menyayangimu, mengharapkan saat kau menemui-Nya nanti tak ada secercah nodapun yang menempel padamu seperti saat kau pertama kali bertemu dengan-Nya, dan karena alasan itulah Dia mengutusku untuk menemuimu.