Suatu saat nanti, saat tiba waktunya
aku berjumpa denganmu janganlah kau memalingkan wajahmu, jangan kau mengacuhkan
aku, dan jangan kau tinggalkan aku, aku datang hanya untukmu. Aku rindu suara
merdumu di keheningan malam, dikala fajar menyingsing di ufuk timur, dikala
matahari tepat di atas kepala, dikala matahari terbenam di barat sana dan
tatkala bulan dan bintang memancarkan cahayanya. Aku salut akan keteguhan hatimu
menemaniku sepanjang malam, meski udara dingin kau tetap tidak beranjak dari
tempatmu.
Aku sungguh
rindu dengan itu semua. Untuk itu, aku datang menemuimu. Aku harap kau
mempunyai perasaan yang sama denganku. Setelah sebelas bulan lamanya aku pergi,
ternyata ada banyak hal yang terjadi. Aku pangling saat melihatmu kembali. Ada bintik-bintik
noda di bajumu, ada secercah guratan diwajahmu.
Walaupun sebenarnya aku tak begitu heran dengan itu semua, ini
bukan kali pertama aku melihatmu begini, karena ini ke 1436 kali aku menemuimu.
Untuk alasan itulah aku datang menemuimu, supaya kau bisa pulih seperti saat
kau datang ke SINI.
Luangkanlah waktumu selagi aku ada, singsingkan lengan bajumu
selama matahari masih bersinar, sebutlah nama Tuhanmu dimanapun kau berada,
ingatlah Dia disetiap hembusan nafasmu, Dia benar-benar mencintaimu,
menyayangimu, mengharapkan saat kau menemui-Nya nanti tak ada secercah nodapun
yang menempel padamu seperti saat kau pertama kali bertemu dengan-Nya, dan
karena alasan itulah Dia mengutusku untuk menemuimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar