PUTRA XPOH
Minggu, 07 September 2025
Kekuatan dibalik Hal Hal Kecil yang Sering Terlupakan
Rabu, 09 April 2025
RINGKASAN BUKU HOW TO WIN FRIENDS & INFLUENCE PEOPLE
Ini tentang ringkasan buku How to Win Friends & Influence people yang ditulis oleh Dale Carnegie.
Minggu, 05 Mei 2024
SEJARAH BERKEMBANGNYA AGAMA ISLAM DI DESA KALIPOH
Sejarah berkembangnya Agama islam di Desa Kalipoh ada beberapa versi. Menurut penuturan dari Sumarwan, beliau adalah
salah satu mantan kepala desa di Desa Kalipoh. Beliau mengatakan bahwa Islam
berkembang di Desa Kalipoh di bawa oleh salah satu tokoh besar yang bernama “
Hasan Musnad”. Pendapat ini didukung dengan hasil diskusi beliau dengan salah
satu anak kandung Mbah Hasan Musnad yaitu “Ahmad Jajuri, panggilannya Ahmad Bajuri”.
Beliau beralamat di RT 03 RW 05 Desa Tlagasari Kecamatan Ayah Kabupaten
Kebumen.
Untuk mengenal siapa Mbah Hasan Musnad perlu mengetahui silsilah keturuannya. Mbah Hasan Musnad pernah menikah dua kali. Istri pertama bernama Jajuli. Hasil pernikahan Mbah Hasan Musnad dengan Mbah Jajuli dikaruniai dua oran anak yaitu Jajuli dan Biru. Jajuli menikah dengan Marsinem Dusun Ranceban Desa Kalipoh kecamatan Ayah. Sedangkan Biru menikah dengan Dulah Mursid Desa Jatijajar Kecamatan Ayah. Ketika istrinya meninggal Mbah Hasan Musnad menikah lagi dengan adik istrinya yaitu Suriah. Dari pernikahannya dengan Mbah Suriah Mbah Hasan Musnad dikaruniai 7 orang anak.
Anak pertama bernama Sireng menikah dengan
San Ngumar Dusun Bacok Desa kalipoh Kecamatan Ayah. Anak kedua bernama Suliyah menikah dengan mbah nama Dusun Ranceban Desa
kalipoh Kecamatan Ayah. Anak ketiga
bernama Romiyah menikah dengan Madreja jetis Cilacap Banyumas. Anak keempat bernama Kusmiyati tinggal di Trasan
jatijajar. Anak kelima bernama Mutohiroh
menikah dengan Mad Dusman Desa Tlogosari Kecamatan Ayah. Anak keenam bernama Sairah nikah dengan
Santayib Desa Tlogosari Kecamatan Ayah. Anak ketujuh bernama Ahmad Jajuri (sering dipanggil Ahmad Bajuri)
menikah dengan Lasinem Dusun Tlogosari kecamatan Ayah.
Menurut Bajuri Bapaknya tidak pernah bercerita kepada keluarganya dari mana beliau berasal, yang diketahui orang tuanya tinggal di Desa Jatijajar. Dulu bapaknya pernah menjadi penghulu di Rowokele, namun karena dikejar – kejar sama Belanda pindah ke Teba. Beliau pensiun jadi penghulu di Teba kemudian digantikan oleh anaknya yaitu Bapak Jajuli. Setelah pensiun beliau datang ke Desa Kalipoh mengikuti anaknya yang ke-dua yang bernama Suliyah kurang lebih sekitar tahun 1932 M. Beliau menghabiskan masa tuanya di Dusun Ranceban RT 05 RW 02 Desa Kalipoh. Di sinilah agama islam mulai berkembang di Desa Kalipoh.
Pada waktu
itu, Dususn Ranceban belum ada masjid sehingga beliau minta menantunya Mbah
Nama untuk dibuatkan langgar (mushola) untuk shalat jamaa’ah dan tempat
mengaji. Di samping itu, beliau juga sering shalat jamaah di Dusun Bacok, pada
musholanya Mbah Santami ayah dari KH Syarifudin (Marsad) sembari mengunjungi
anaknya yang ada di Dusun Bacok. Sedangkan kalau beliau shalat jumat di Masjid
Demak. Ini sudah dibuktikan oleh salah satu muridnya, dia datang ke Demak
sebelum hari jumat, ketika waktu shalat jumat tiba, Mbah Hasan sudah ada di
belakang imam.
Aktivitas keseharian
beliau adalah menulis kitab (buku – buku agama), Al-Qur’an dan dakwah islam. Diantara
buku – buku yang beliau tulis yang diketahui adalah Hari Kiamat, Kitab Bajuri,
Al-Qur’an. Setelah terkumpul beliau pergi berbulan- bulan tidak pulang untuk
menjual kitab dan Al-Qur’an sambil berdakwah.
Untuk
memperlancar dalam mendakwahkan agama islam di Desa Kalipoh sbeliau bersama
Mbah Kartowirejo (ayah dari H. Mahmud) mendirikan masjid di Ranceban sekitar tahun 1940 M dibantu
oleh santri-santrinya. Diantara santri – santri Mbah Hasan Musnad adalah: H.
Atmosuwarno, Sumeri (santri kesayangan mbah Hasan Musnad), Santami, Damun, H.
Khusnan, Dalio, H. Samud, H. Jamin, Tohari, Dulah Kasim, Dulah Ikhsan, Dulah
Sayuti, dan Waluyo.
Dalam
perkembangan islam selanjutnya di Kalipoh telah berdiri beberapa mushola
diantaranya: di Dusun Bacok Mushola Mbah Santami, Pengasuhnya Mbah Santami, di
Ranceban Mushola Mbah Khusnan, pengasuhnya Mbah Khusnan, di Pesawahan Mushola
Mbah Dulah Kurdi, pengasuhnya Mbah Dulah Kurdi, di Kali Kumbang Mushola Mbah
Rana Kana, pengasuhnya Mbah Rana Kana, di Karangcengis Mushola Mbah Muslim,
pengasuhnya Mbah Muslim.
Demikianlah
sejarah singkat tentang perkembangan agama islam di Desa kalipoh. Sejarah ini
diambil dari nara sumber yang pertama Mbah Bajuri yang kedua Bapak Sumarwan, S.Pd.I
Minggu, 11 Desember 2022
SEJARAH BERDIRINYA MASJID AL-IKHLAS KARANG CENGIS DESA KALIPOH
MasjidAl-Ikhlas Karangcengis beralamat di RT 03 RW 05 Dukuh Karangcengis Desa Kalipoh kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Berdirinya masjid ini dirintis oleh para tokoh di Dukuh Karangcengis sejak tahun 1970-an. Pertama Masjid Al-Ikhlas ini akan didirikan di daerah Kabuk (RT 01 Dukuh Karangcengis) tepatnya di sawahnya Bapak Abdul Jalil tahun 1970-an, namun karena beberapa hal tidak jadi. Pada tahun 1978 dirintis lagi akan dibangun di tempatnya Bapak Khaerudin/Lamin (RT 03 Dukuh Karangcengis), namun karena satu dan lain hal tidak jadi. Pada tahun 1980 digagas lagi akan dibangun di sawahnya Bapak Sukarto (RT 04 Dukuh Karang Cengis) masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya Karena satu dan lain hal akhirnya tidak jadi. Begitu juga pada tahun 1985 diangkat lagi tentang pendirian masjid kali ini akan dibangun di Sawahnya Bapak Kamaludin dan belum jadi juga.
Pada sekitar tahun 1998-an Bapak Sumarwan meminta kayu jati ke perhutani (daerah ratawungu) untuk rehab Masjid Miftahul Huda Pesawahan, namun sebagian besar masyarakat pesawahan menolaknya sehingga kayu tersebut dibawa ke Karangcengis. Setelah itu, Bapak Sumarwan menghubungi Bapak Danuri menyampaikan keinginannya membangun masjid di Karangcengis, niat baik Bapak Sumarwan disambut baik oleh Bapak Danuri dan beliau mewakafkan sebidang tanah di samping rumahnya untuk dibangun masjid.
Menindaklanjuti tentang pendirian masjid di Karangcengis Bapak Sumarwan mengumpulkan tokoh-tokoh di Karangcengis dan membentuk panitia pendirian / pembangunan masjid dengan struktur sebagai berikut: Ketua: Sumarwan, Sekretaris: Nur Khamid (Samud), Bendahara: Yuswanto (Rijan) dan anggota: Sanrohi, Muhtarom, Muhadin, Edi, Abu Salimin, Samiso, Sukarto, Samsi, Salud, Suman, Abdul Jalil dan Ahmad Bisri (Basiran).
Setelah panitia terbentuk semua bergerak sesuai jobdesnya masing-masing, dan untuk mencari kekurangan kayu Bapak Sumarwan Mengajak Bapak Nurhamid dan Bapak Muhadin untuk mencari kayu dan sekaligus mengergajinya. Mereka bertigalah garda terdepan dalam mencari kayu untuk memenuhi kebutuhan pembangunan masjid. Adapun pembiayaan dari pembangunan masjid ini secara gotong royong warga Karangcengis melalui sodaqoh, jariah dan infak.
Sumber: Bapak Sumarwan
Sabtu, 06 November 2021
Rabu, 13 Oktober 2021
Selasa, 12 Oktober 2021
PTS SKI KELAS V SEMESTER GANJIL 2021/2022
PTS SKI Kelas V Semester Ganjil 2021/2022
I. Berilah tanda silang ( x ) pada huruf a, b, c dan d pada jawaban yang benar!
1. Kota madinah sebelum islam datang dikenal dengan nama….
a. Yatsrib
b. Basroh
c. Yaman
d. Madyan
2. Ananta dan Hofir adalah teman karib. Hofir tinggal di Jawa dan Ananta tinggal di Jakarta. Suatu hari Hofir berniat memperbaiki rumahnya, namun dananya belum mencukupi. Oleh karena itu, Hofir pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dengan harapan bisa memperoleh rizki yang lebih baik. Tiga minggu dilalui oleh Hofir di Jakarta namun tak kunjung dapat pekerjaan dan bekalpun habis, akhirnya Hofir berkunjung ke rumah Ananta dan Ananta pun menerimanya dengan lapang dada bahkan dia memberinya pekerjaan dan tempat tinggal selama di Jakarta. Yang dilakukan Ananta termasuk meneladani sifat baik dari Kaum ….
a. Muhajirin
b. Ansor
c. Quraisy
d. Yahudi
3. Suku yang sering bertikai di Madinah sebelum islam datang adalah ….
a. Suku Kaus dan Suku Khazraj
b. Suku Ghazraj dan Suku Aus
c. Suku Tauz dan Suku Khazraj
d. Suku Aus dan Suku Khazraj
4. Piagam Madinah dibuat pada tahun ke-2 hijriah bertepatan dengan tahun ….. M
a. 620 M
b. 621 M
c. 622 M
d. 623 M
5. Masjid Nabawi dibangun pada bulan ….
a. Ramadhan
b. Rabiul awal
c. Rabiul akhir
d. Muharam
6. Masjid Nabawi dibangun di atas tanah anak yatim yang bernama ….
a. Buhl dan Sahl
b. Kaml dan Sukl
c. Ismail dan Iskandar
d. Sahl dan Suhail
7. Pada Bulan Zulkaidah tahun ke 6 H Nabi Muhammad dan Kaum Muslimin berniat melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Jumlah rombangan Kaum Muslimin yang ikut ke Mekah sebanyak …
a. 1.400 orang
b. 1.200 orang
c. 240.000 orang
d. 1100 orang
8. Suku yang bersekutu dengan Kaum Kafir Quraisy selama perjanjian hudaibiyah adalah …
a. Bani Khuzaah
b. Bani Bakar
c. Bani Nadhir
d. Bani Qonaiqo
9. Yang melanggar perjanjian hudaibiyah adalah ….
a. Kaum Muslimin
b. Kaum Kafir Qoraisy
c. Kaum Yahudi
d. Kaum Nasrani
10. Peristiwa Fathul Makkah diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an Surat…
a. Surat Al-‘Ashr
b. Surat An-Nashr
c. Surat Al-Hasr
d. Surat Al-Mulk
11. Pada waktu persiapan untuk menaklukan kota Mekah ada sahabat Nabi Muhammad saw yang berusaha membocorkan. Sahabat tersebut bernama ….
a. Ka’ab bin Malik
b. Hatib bin Balta’ah
c. Anas bin Malik
d. Umar bin Khattab
12. Peristiwa fathul mekkah terjadi pada tanggal ….
a. 10 Zulhijah 6 H
b. 17 Ramadan 8 H
c. 8 Syawal 9 H
d. 10 Safar 9 H
13. Sikap Nabi Muhammad saw terhadap penduduk Mekah setelah penaklukan Kota Mekah adalah ….
a. Ingin membunuh
b. Memarahi penduduk mekah
c. Memaafkan penduduk Mekah
d. Dendam kepada penduduk
14. Pada tanggal berapa Nabi Muhammad berangkat dari Murr Zahran menuju mekah?
a. 17 Ramadhan
b. 17 safar
c. 17 rajab
d. 17 rabi’ul awal
15. Berapa lama perjanjian Hudaibiyah dilaksanakan?
a. 1 tahun
b. 2 tahun
c. 3 tahun
d. 4 tahun
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar dan tepat!
1. Apa yang dimaksud kaum Muhajirin?
2. Apa yang dimaksud kaum Anshar?
3. Nabi Muhammad saw membuat perjanjian dengan Kaum Yahudi untuk menciptakan ……………………………. Dan …………………………….. dalam kehidupan masyarakat di Madinah.
4. Tuliskan ayat pertama surat yang menjelaskan tentang peristiwa fathul mekah?
5. Pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid diperintahkan oleh nabi untuk memasuki kota mekah dari arah …..




