Laman

Minggu, 07 September 2025

Kekuatan dibalik Hal Hal Kecil yang Sering Terlupakan

Setiap hari kita menabung hubungan emosial dengan sesama manusia. Namun sedikit sekali diantara kita yang menyadari hal tersebut. Semua hal yang besar dimulai dari hal – hal yang kecil, begitu juga hubungan kita dengan sesama manusia sebagai mahluk sosial kita memulai dari hal yang kecil, setahap demi setahap menjadi hubungan yang erat dan saling mengisi satu sama lain. Dengan kata lain apa yang kita lakukan merupakan tabungan yang kita simpan di rekening bank emosi kita. 

Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People yang diterbitkan oleh Binarupa Aksara beliau menjelaskan bahwa rekening bank emosi adalah kiasan yang menggambarkan jumlah kepercayaan yang sudah kita tambahkan kedalam suatu hubungan. Hal inilah perasaan aman yang Anda miliki dengan orang lain. 

Jadi, jika kita ingin orang lain mempunyai kepercayaan kepada kita, maka kita harus banyak menabung di rekening bank emosi kita dengan aktifitas atau sifat – sifat yang jujur, baik hati, peduli, ramah, empati, menjaga integritas dan lain sebagainya. Jika hal tersebut kita lakukan dengan terus menerus maka akan menjadi sebuah budaya dalam diri kita yang nantinya akan menciptakan nilai diri kita yang sesungguhnya. 

Namun sebaliknya jika kita menabung di bank rekening emosi kita dengan sifat acuh tak acuh terhadap orang lain, cuek, tidak menghargai perbedaan, merasa paling pintar, tidak empati, dan sifat negatif lainnya maka kepercayaan orang lain terhadap kita akan turun bahkan terkadang menjadi hilang sama sekali.

Setiap orang ingin diakui keberadaannya. Hal sepele yang sering kita lakukan adalah tidak memperhatikan lawan bicara kita. Sebagai contoh saat orang lain sedang berbicara kita mendengarkan sambil main hp, atau sambil melakukan aktifitas lain yang tidak mendukung komunikasi sehingga dengan sendirinya kita telah menabung di bank rekening emosi kita hal buruk yang akan kembali lagi kepada diri kita. Orang lain akan hilang respeknya kepada kita. 

Respek merupakan salah satu dasar sebuah hubungan yang baik. Dengan respek yang baik maka akan tumbuh kepercayaan satu sama lain. Menurut Munnal Haniah dalam bukunya yang berjudul Mental Health yang diterbitkan oleh Diva Press tahun 2025 beliau mengatakan bahwa kepercayaan merupakan tali pengikat dalam kehidupan bersama, baik dalam komunitas kecil seperti keluarga dan teman dekat, maupun dalam komunitas besar, seperti organisasi bisnis dan kelompok masyarakat lainnya. Seseorang yang dapat memperlihatkan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya, itulah yang memiliki integritas diri. 

Integritas memiliki nilai diri yang tinggi, namun bisa rusak karena hal yang kecil. Contohnya jika kita sudah berjanji dengan seseorang akan bertemu, namun kita tidak menepatinya apalagi tidak mengkonfirmasi kenapa hal itu bisa terjadi itu akan mengisi tabungan rekening emosi negatif kita, sehingga orang lain menjadi kecewa karenannya. Mungkin bagi kita itu tidak terlalu penting tapi beda lagi menurut orang lain, mungkin pertemuan itu sangat dibutuhkan dan penting sekali. 

Maka dari itu jangan pernah menganggap hal – hal kecil itu perkara yang remeh temeh, barangkai hal yang remeh temeh tersebut bisa membuat dan merubah hal – hal besar dalam hidup kita.

Rabu, 09 April 2025

Minggu, 05 Mei 2024

SEJARAH BERKEMBANGNYA AGAMA ISLAM DI DESA KALIPOH

 

            Sejarah berkembangnya Agama islam di Desa Kalipoh ada beberapa versi. Menurut penuturan dari Sumarwan, beliau adalah salah satu mantan kepala desa di Desa Kalipoh. Beliau mengatakan bahwa Islam berkembang di Desa Kalipoh di bawa oleh salah satu tokoh besar yang bernama “ Hasan Musnad”. Pendapat ini didukung dengan hasil diskusi beliau dengan salah satu anak kandung Mbah Hasan Musnad yaitu “Ahmad Jajuri, panggilannya Ahmad Bajuri”. Beliau beralamat di RT 03 RW 05 Desa Tlagasari Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen.

            Untuk mengenal siapa Mbah Hasan Musnad perlu mengetahui silsilah keturuannya. Mbah Hasan Musnad pernah menikah dua kali. Istri pertama bernama Jajuli. Hasil pernikahan Mbah Hasan Musnad dengan Mbah Jajuli dikaruniai dua oran anak yaitu Jajuli dan Biru. Jajuli menikah dengan Marsinem Dusun Ranceban Desa Kalipoh kecamatan Ayah. Sedangkan Biru menikah dengan Dulah Mursid Desa Jatijajar Kecamatan Ayah. Ketika istrinya meninggal Mbah Hasan Musnad menikah lagi dengan adik istrinya yaitu Suriah. Dari pernikahannya dengan Mbah Suriah Mbah Hasan Musnad dikaruniai 7 orang anak. 

        Anak pertama bernama Sireng menikah dengan San Ngumar Dusun Bacok Desa kalipoh Kecamatan Ayah. Anak kedua bernama Suliyah menikah dengan mbah nama Dusun Ranceban Desa kalipoh Kecamatan Ayah. Anak ketiga bernama Romiyah menikah dengan Madreja jetis Cilacap Banyumas. Anak keempat bernama Kusmiyati tinggal di Trasan jatijajar. Anak kelima bernama Mutohiroh menikah dengan Mad Dusman Desa Tlogosari Kecamatan Ayah. Anak keenam bernama Sairah nikah dengan Santayib Desa Tlogosari Kecamatan Ayah. Anak ketujuh bernama Ahmad Jajuri (sering dipanggil Ahmad Bajuri) menikah dengan Lasinem Dusun Tlogosari kecamatan Ayah.

            Menurut Bajuri Bapaknya tidak pernah bercerita kepada keluarganya dari mana beliau berasal, yang diketahui orang tuanya tinggal di Desa Jatijajar. Dulu bapaknya pernah menjadi penghulu di Rowokele, namun karena dikejar – kejar sama Belanda pindah ke Teba. Beliau pensiun jadi penghulu di Teba kemudian digantikan oleh anaknya yaitu Bapak Jajuli. Setelah pensiun beliau datang ke Desa Kalipoh mengikuti anaknya yang ke-dua yang bernama Suliyah kurang lebih sekitar tahun 1932 M. Beliau menghabiskan masa tuanya di Dusun Ranceban RT 05 RW 02 Desa Kalipoh. Di sinilah agama islam mulai berkembang di Desa Kalipoh. 

            Pada waktu itu, Dususn Ranceban belum ada masjid sehingga beliau minta menantunya Mbah Nama untuk dibuatkan langgar (mushola) untuk shalat jamaa’ah dan tempat mengaji. Di samping itu, beliau juga sering shalat jamaah di Dusun Bacok, pada musholanya Mbah Santami ayah dari KH Syarifudin (Marsad) sembari mengunjungi anaknya yang ada di Dusun Bacok. Sedangkan kalau beliau shalat jumat di Masjid Demak. Ini sudah dibuktikan oleh salah satu muridnya, dia datang ke Demak sebelum hari jumat, ketika waktu shalat jumat tiba, Mbah Hasan sudah ada di belakang imam.

Aktivitas keseharian beliau adalah menulis kitab (buku – buku agama), Al-Qur’an dan dakwah islam. Diantara buku – buku yang beliau tulis yang diketahui adalah Hari Kiamat, Kitab Bajuri, Al-Qur’an. Setelah terkumpul beliau pergi berbulan- bulan tidak pulang untuk menjual kitab dan Al-Qur’an sambil berdakwah.

            Untuk memperlancar dalam mendakwahkan agama islam di Desa Kalipoh sbeliau bersama Mbah Kartowirejo (ayah dari H. Mahmud) mendirikan masjid di Ranceban sekitar tahun 1940 M dibantu oleh santri-santrinya. Diantara santri – santri Mbah Hasan Musnad adalah: H. Atmosuwarno, Sumeri (santri kesayangan mbah Hasan Musnad), Santami, Damun, H. Khusnan, Dalio, H. Samud, H. Jamin, Tohari, Dulah Kasim, Dulah Ikhsan, Dulah Sayuti, dan Waluyo.

            Dalam perkembangan islam selanjutnya di Kalipoh telah berdiri beberapa mushola diantaranya: di Dusun Bacok Mushola Mbah Santami, Pengasuhnya Mbah Santami, di Ranceban Mushola Mbah Khusnan, pengasuhnya Mbah Khusnan, di Pesawahan Mushola Mbah Dulah Kurdi, pengasuhnya Mbah Dulah Kurdi, di Kali Kumbang Mushola Mbah Rana Kana, pengasuhnya Mbah Rana Kana, di Karangcengis Mushola Mbah Muslim, pengasuhnya Mbah Muslim.

            Demikianlah sejarah singkat tentang perkembangan agama islam di Desa kalipoh. Sejarah ini diambil dari nara sumber yang pertama Mbah Bajuri yang kedua Bapak Sumarwan, S.Pd.I 

Nara sumber 1: Mbah Bajuri (94 tahun) anak bungsu Mbah Hasan Musnad

Nara Sumber 2 Bapak Sumarwan, S.Pd.I

 Diskusi tentang Mbah Hasan Musnad antara Mbah Bajuri dengan Bapak Sumarwan 










Minggu, 11 Desember 2022

SEJARAH BERDIRINYA MASJID AL-IKHLAS KARANG CENGIS DESA KALIPOH

 

MasjidAl-Ikhlas Karangcengis beralamat di RT 03 RW 05 Dukuh Karangcengis Desa Kalipoh kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Berdirinya masjid ini dirintis oleh para tokoh di Dukuh Karangcengis sejak tahun 1970-an. Pertama Masjid Al-Ikhlas ini akan didirikan di daerah Kabuk (RT 01 Dukuh Karangcengis) tepatnya di sawahnya Bapak Abdul Jalil tahun 1970-an, namun karena beberapa hal tidak jadi. Pada tahun 1978 dirintis lagi akan dibangun di tempatnya Bapak Khaerudin/Lamin (RT 03 Dukuh Karangcengis), namun karena satu dan lain hal tidak jadi. Pada tahun 1980 digagas lagi akan dibangun di sawahnya Bapak Sukarto (RT 04 Dukuh Karang Cengis) masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya Karena satu dan lain hal akhirnya tidak jadi. Begitu juga pada tahun 1985 diangkat lagi tentang pendirian masjid kali ini akan dibangun di Sawahnya Bapak Kamaludin dan belum jadi juga.

            Pada sekitar tahun 1998-an Bapak Sumarwan meminta kayu jati ke perhutani (daerah ratawungu) untuk rehab Masjid Miftahul Huda Pesawahan, namun sebagian besar masyarakat pesawahan menolaknya sehingga kayu tersebut dibawa ke Karangcengis. Setelah itu, Bapak Sumarwan menghubungi Bapak Danuri menyampaikan keinginannya membangun masjid di Karangcengis, niat baik Bapak Sumarwan disambut baik oleh Bapak Danuri dan beliau mewakafkan sebidang tanah di samping rumahnya untuk dibangun masjid.

            Menindaklanjuti tentang pendirian masjid di Karangcengis Bapak Sumarwan mengumpulkan tokoh-tokoh di Karangcengis dan membentuk panitia pendirian / pembangunan masjid dengan struktur sebagai berikut: Ketua: Sumarwan, Sekretaris: Nur Khamid (Samud), Bendahara: Yuswanto (Rijan) dan anggota: Sanrohi, Muhtarom, Muhadin, Edi, Abu Salimin, Samiso, Sukarto, Samsi, Salud, Suman, Abdul Jalil dan Ahmad Bisri (Basiran).

            Setelah panitia terbentuk semua bergerak sesuai jobdesnya masing-masing, dan untuk mencari kekurangan kayu Bapak Sumarwan Mengajak Bapak Nurhamid dan Bapak Muhadin untuk mencari kayu dan sekaligus mengergajinya. Mereka bertigalah garda terdepan dalam mencari kayu untuk memenuhi kebutuhan pembangunan masjid. Adapun pembiayaan dari pembangunan masjid ini secara gotong royong warga Karangcengis melalui sodaqoh, jariah dan infak.

                                            Sumber: Bapak Sumarwan


Bapak Sumarwan

 

Selasa, 12 Oktober 2021

PTS SKI KELAS V SEMESTER GANJIL 2021/2022

 PTS SKI Kelas V Semester Ganjil 2021/2022

 I.    Berilah tanda silang ( x ) pada huruf a, b, c dan d pada jawaban yang benar!
 
1.    Kota madinah sebelum islam datang dikenal dengan nama….
        a.    Yatsrib
        b.    Basroh
        c.    Yaman
        d.    Madyan
2.    Ananta dan Hofir adalah teman karib. Hofir tinggal di Jawa dan Ananta tinggal di Jakarta. Suatu hari Hofir berniat memperbaiki rumahnya, namun dananya belum mencukupi. Oleh karena itu, Hofir pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dengan harapan bisa memperoleh rizki yang lebih baik. Tiga minggu dilalui oleh Hofir di Jakarta namun tak kunjung dapat pekerjaan dan bekalpun habis, akhirnya Hofir berkunjung ke rumah Ananta dan Ananta pun menerimanya dengan lapang dada bahkan dia memberinya pekerjaan dan tempat tinggal selama di Jakarta. Yang dilakukan Ananta termasuk meneladani sifat baik dari Kaum ….
        a.    Muhajirin
        b.    Ansor
        c.    Quraisy
        d.    Yahudi
3.    Suku yang sering bertikai di Madinah sebelum islam datang adalah ….
        a.    Suku Kaus dan Suku Khazraj
        b.    Suku Ghazraj dan Suku Aus
        c.    Suku Tauz dan Suku Khazraj
        d.    Suku Aus dan Suku Khazraj
4.    Piagam Madinah dibuat pada tahun ke-2 hijriah bertepatan dengan tahun ….. M
        a.    620 M
        b.    621 M
        c.    622 M
        d.    623 M
5.    Masjid Nabawi dibangun pada bulan ….
        a.    Ramadhan
        b.    Rabiul awal
        c.    Rabiul akhir
        d.    Muharam
6.    Masjid Nabawi dibangun di atas tanah anak yatim yang bernama ….
        a.    Buhl dan Sahl
        b.    Kaml dan Sukl
        c.    Ismail dan Iskandar
        d.    Sahl dan Suhail
7.    Pada Bulan Zulkaidah tahun ke 6 H Nabi Muhammad dan Kaum Muslimin berniat melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Jumlah rombangan Kaum Muslimin yang ikut ke Mekah sebanyak …
        a.    1.400 orang
        b.    1.200 orang
        c.    240.000 orang
        d.    1100 orang
8.    Suku yang bersekutu dengan Kaum Kafir Quraisy selama perjanjian hudaibiyah adalah …
        a.    Bani Khuzaah
        b.    Bani Bakar
        c.    Bani Nadhir
        d.    Bani Qonaiqo
9.    Yang melanggar perjanjian hudaibiyah adalah ….
        a.    Kaum Muslimin
        b.    Kaum Kafir Qoraisy
        c.    Kaum Yahudi
        d.    Kaum Nasrani
10.    Peristiwa Fathul Makkah diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an Surat…
        a.    Surat Al-‘Ashr
        b.    Surat An-Nashr
        c.    Surat Al-Hasr
        d.    Surat Al-Mulk
11.    Pada waktu persiapan untuk menaklukan kota Mekah ada sahabat Nabi Muhammad saw yang berusaha membocorkan. Sahabat tersebut bernama ….
        a.    Ka’ab bin Malik
        b.    Hatib bin Balta’ah
        c.    Anas bin Malik
        d.    Umar bin Khattab
12.    Peristiwa fathul mekkah terjadi pada tanggal ….
        a.    10 Zulhijah 6 H
        b.    17 Ramadan 8 H
        c.    8 Syawal 9 H
        d.    10 Safar 9 H
13.    Sikap Nabi Muhammad saw terhadap penduduk Mekah setelah penaklukan Kota Mekah adalah ….
        a.    Ingin membunuh
        b.    Memarahi penduduk mekah
        c.    Memaafkan penduduk Mekah
        d.    Dendam kepada penduduk
14.    Pada tanggal berapa Nabi Muhammad berangkat dari Murr Zahran menuju mekah?
        a.    17 Ramadhan
        b.    17 safar
        c.    17 rajab
        d.    17 rabi’ul awal
15.    Berapa lama perjanjian Hudaibiyah dilaksanakan?
        a.    1 tahun
        b.    2 tahun
        c.    3 tahun
        d.    4 tahun
 

II.    Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar dan tepat!
        1.    Apa yang dimaksud kaum Muhajirin?
        2.    Apa yang dimaksud kaum Anshar?
        3.    Nabi Muhammad saw membuat perjanjian dengan Kaum Yahudi untuk menciptakan ……………………………. Dan …………………………….. dalam kehidupan masyarakat di Madinah.
        4.    Tuliskan ayat pertama surat yang menjelaskan tentang peristiwa fathul mekah?

        5.    Pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid diperintahkan oleh nabi untuk memasuki kota mekah dari arah …..